Latest Products
Tampilkan postingan dengan label daging buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daging buah. Tampilkan semua postingan

Tanaman Obat : MENGKUDU

Tanaman Obat

MENGKUDU
(Morinda citrifolia, Linn.)

Nama Lokal :
Mengkudu (Indonesia); pace, kemudu, kudu (Jawa); cengku (Sunda); kodhuk (Madura); wengkudu (Bali).
Uraian :
Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter dpl. Mengkudu merupakan tumbuhan asli Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 meter. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi bintik-bintik. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang di pinggiran-pinggiran kebun rumah.
Khasiat untuk kesehatan untuk.mengobati sakit :
Hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, sakit perut, menghilangkan sisik pada kaki.
Komposisi :
Mengandung zat morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.
Tanaman Obat

MENGKUDU
(Morinda citrifolia, Linn.)

Nama Lokal :
Mengkudu (Indonesia); pace, kemudu, kudu (Jawa); cengku (Sunda); kodhuk (Madura); wengkudu (Bali).
Uraian :
Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter dpl. Mengkudu merupakan tumbuhan asli Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 meter. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi bintik-bintik. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang di pinggiran-pinggiran kebun rumah.
Khasiat untuk kesehatan untuk.mengobati sakit :
Hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, sakit perut, menghilangkan sisik pada kaki.
Komposisi :
Mengandung zat morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.
Detail

Tanaman Obat : KELAPA

Tanaman Obat

KELAPA
(Cocos nucifera, Linn.)

Nama Lokal :
Kelapa, nyiur (Indonesia), kambil, kerambil, klapa (Jawa).
Uraian :
Kelapa termasuk jenis tanaman palma yang mempunyai buah berukuran cukup besar. Batang pohon kelapa umumnya berdiri tegak dan tidak bercabang, dan dapat mencapai 10-14 meter lebih. Daunnya berpelepah, panjangnya dapat mencapai 3-4 meter lebih dengan sirip-sirip lidi yang menopang tiap helaian. Buahnya terbungkus dengan serabut dan batok yang cukup kuat sehingga untuk memperoleh buah kelapa harus dikuliti terlebih dahulu. Kelapa yang sudah besar dan subur dapat menghasilkan 2-10 buah kelapa setiap tangkainya.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Keracunan, panas dalam, sakit panas, demam berdarah, influenza, kencing batu, sakit saat haid, cacing kremi, sakit gigi, ubanan, ketombe.
Komposisi :
Buah kelapa yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gr; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gr dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gr. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gr. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi. Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun. Komposisi air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gr dari setiap 100 gr.
Tanaman Obat

KELAPA
(Cocos nucifera, Linn.)

Nama Lokal :
Kelapa, nyiur (Indonesia), kambil, kerambil, klapa (Jawa).
Uraian :
Kelapa termasuk jenis tanaman palma yang mempunyai buah berukuran cukup besar. Batang pohon kelapa umumnya berdiri tegak dan tidak bercabang, dan dapat mencapai 10-14 meter lebih. Daunnya berpelepah, panjangnya dapat mencapai 3-4 meter lebih dengan sirip-sirip lidi yang menopang tiap helaian. Buahnya terbungkus dengan serabut dan batok yang cukup kuat sehingga untuk memperoleh buah kelapa harus dikuliti terlebih dahulu. Kelapa yang sudah besar dan subur dapat menghasilkan 2-10 buah kelapa setiap tangkainya.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Keracunan, panas dalam, sakit panas, demam berdarah, influenza, kencing batu, sakit saat haid, cacing kremi, sakit gigi, ubanan, ketombe.
Komposisi :
Buah kelapa yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gr; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gr dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gr. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gr. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi. Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun. Komposisi air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gr dari setiap 100 gr.
Detail

Tanaman Obat : JAMBLANG

Tanaman Obat

JAMBLANG
(Syzygium cumini [Linn.] Skeels.)


Nama Lokal :
Sumatera: jambekleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Mink.). Jawa: jamblang (Sunda), juwet, duwet, d. manting (Jawa), dhalas, d. bato, dhuwak (Madura). NusaTenggara: juwet, jujutan (Bali), klayu (Sasak), duwe (Bima), jambulan (Flores). Sulawesi: raporapo jawa (Makasar), alicopeng (Bugis). Maluku: jambula (Ternate). Melayu: jamlang, jambelang, duwet. Nama simplisia Syzygii cumini Cortex (kulit kayu jamblang), Syzygii cumini Semen (biji jamblang).
Uraian :
Jamblang adalah tumbuhanbuah-buahan yang berasal dari Asia dan Australia tropik dan biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 meter dpl. Pohon dengan tinggi 10-20 meter ini berbatang tebal, tumbuhnya bengkok, dan bercabang banyak. Daun tunggal, tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. Helaian daun lebar bulat memanjang atau bulat telur terbalik, pangkal lebar berbentuk baji, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengilap, panjang 7-16 cm, lebar 5-9 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjauhan, bunga duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih muda hijau, setelah masak warnanya merah tua keunguan. Biji satu, bentuk lonjong, keras, warnanya putih. Berakar tunggang, bercabang-cabang, berwarna cokelat muda. Biasanya, buah j amblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam dan sepat. Kulit kayu bisa digunakan sebagai zat pewarna.
Khasiat untuk kesehatan :
Daging buah   :  digunakan untuk pengobatan kencing manis, batuk kronis, sesak napas (asma), batuk   rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada, nyeri lambung dan diare.
Biji               :  digunakan untuk pengobatan kencing manis, diare, disentri, gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri lambung, keram perut, keracunan (penawar racun yang tidak spesifik), dan pembesaran limpa.
Kulit                  :  kayu digunakan untuk pengobatan kencing manis; diare.
Komposisi :
Jamblang mengandung minyak asiri, fenol (methylxanthoxylin alkaloid (jambosine), asam organik, triterpenoid, resin yang berwarna merah tua mengandung asam elagat dan tanin.
Tanaman Obat

JAMBLANG
(Syzygium cumini [Linn.] Skeels.)


Nama Lokal :
Sumatera: jambekleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Mink.). Jawa: jamblang (Sunda), juwet, duwet, d. manting (Jawa), dhalas, d. bato, dhuwak (Madura). NusaTenggara: juwet, jujutan (Bali), klayu (Sasak), duwe (Bima), jambulan (Flores). Sulawesi: raporapo jawa (Makasar), alicopeng (Bugis). Maluku: jambula (Ternate). Melayu: jamlang, jambelang, duwet. Nama simplisia Syzygii cumini Cortex (kulit kayu jamblang), Syzygii cumini Semen (biji jamblang).
Uraian :
Jamblang adalah tumbuhanbuah-buahan yang berasal dari Asia dan Australia tropik dan biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 meter dpl. Pohon dengan tinggi 10-20 meter ini berbatang tebal, tumbuhnya bengkok, dan bercabang banyak. Daun tunggal, tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. Helaian daun lebar bulat memanjang atau bulat telur terbalik, pangkal lebar berbentuk baji, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengilap, panjang 7-16 cm, lebar 5-9 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjauhan, bunga duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih muda hijau, setelah masak warnanya merah tua keunguan. Biji satu, bentuk lonjong, keras, warnanya putih. Berakar tunggang, bercabang-cabang, berwarna cokelat muda. Biasanya, buah j amblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam dan sepat. Kulit kayu bisa digunakan sebagai zat pewarna.
Khasiat untuk kesehatan :
Daging buah   :  digunakan untuk pengobatan kencing manis, batuk kronis, sesak napas (asma), batuk   rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada, nyeri lambung dan diare.
Biji               :  digunakan untuk pengobatan kencing manis, diare, disentri, gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri lambung, keram perut, keracunan (penawar racun yang tidak spesifik), dan pembesaran limpa.
Kulit                  :  kayu digunakan untuk pengobatan kencing manis; diare.
Komposisi :
Jamblang mengandung minyak asiri, fenol (methylxanthoxylin alkaloid (jambosine), asam organik, triterpenoid, resin yang berwarna merah tua mengandung asam elagat dan tanin.
Detail

Tanaman Obat : DELIMA (Punica granatum L.)

Tanaman Obat

DELIMA
(Punica granatum L.)



Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), dalimo (Batak). Jawa: gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), dhalima (Madura). Nusa Tenggara: jeliman (Sasak), talima (Bima), dila dae lok (Roti), lelo kase, rumau (Timor). Maluku: dilimene (Kisar). Nama simplisia granati Cortex (wit kayu delima), granati pericarpium (wit buah delima).
Uraian :
Tanaman delima berasal dan Timur Tengah dan tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 meter dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendaun air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangarn menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1-9 cm, lebar 0,5-2,5 cm, warnanya hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5-12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna lebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih. Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Perbanyakan dengan setek, tunas akar atau cangkok.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit buah           :  digunakan untuk sakit perut karena cacing, buang air besar mengandung darah dan lendir, ­diare kronis, perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorok, radang telinga, keputihan, nyeri lambung.
Kulit akar dan kulit kayu : digunakan untuk cacingan terutama cacing pita, batuk, diare.
Bunga                  :  digunakan untuk radang gusi, perdarahan, bronkhitis.
Daging buah        :  digunakan untuk menurunkan berat badan, cacingan, sariawan, tenggorokan sakit, suara parau, tekanan darah tinggi, sering kencing, rematik, perut kembung.
Biji                       : digunakan untuk menurunkan demam, batuk, keracunan cacingan.
Komposisi :
Kulit buah mengandung alkaloid pelletierene; granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsitun oksalat dan pati. Kulit akar dan kulit kayu mengandung sekitar 20% elligatanin dan 0,5-1 % senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14N0), pseudopelletierine (C9H15N0), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15N0), dan metilisopellettierine (C9H12N0). Daun
mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase. Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin (A, C), mineral (kalsium, fosfor, zat.besi, magnesium, natrium, dan kalium), dan tanin.
Tanaman Obat

DELIMA
(Punica granatum L.)



Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), dalimo (Batak). Jawa: gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), dhalima (Madura). Nusa Tenggara: jeliman (Sasak), talima (Bima), dila dae lok (Roti), lelo kase, rumau (Timor). Maluku: dilimene (Kisar). Nama simplisia granati Cortex (wit kayu delima), granati pericarpium (wit buah delima).
Uraian :
Tanaman delima berasal dan Timur Tengah dan tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 meter dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendaun air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangarn menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1-9 cm, lebar 0,5-2,5 cm, warnanya hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5-12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna lebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih. Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Perbanyakan dengan setek, tunas akar atau cangkok.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit buah           :  digunakan untuk sakit perut karena cacing, buang air besar mengandung darah dan lendir, ­diare kronis, perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorok, radang telinga, keputihan, nyeri lambung.
Kulit akar dan kulit kayu : digunakan untuk cacingan terutama cacing pita, batuk, diare.
Bunga                  :  digunakan untuk radang gusi, perdarahan, bronkhitis.
Daging buah        :  digunakan untuk menurunkan berat badan, cacingan, sariawan, tenggorokan sakit, suara parau, tekanan darah tinggi, sering kencing, rematik, perut kembung.
Biji                       : digunakan untuk menurunkan demam, batuk, keracunan cacingan.
Komposisi :
Kulit buah mengandung alkaloid pelletierene; granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsitun oksalat dan pati. Kulit akar dan kulit kayu mengandung sekitar 20% elligatanin dan 0,5-1 % senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14N0), pseudopelletierine (C9H15N0), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15N0), dan metilisopellettierine (C9H12N0). Daun
mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase. Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin (A, C), mineral (kalsium, fosfor, zat.besi, magnesium, natrium, dan kalium), dan tanin.
Detail

Tanaman Obat : BIDARA LAUT

BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina Bl
Nama Lokal : 
Bidara laut, bidara pait, bidara putih, kayu ular. Dara laut, dara putih (Jawa); bidara gunong (Madura); aju mapa, bidara mapai (Bugis); ai betek, ai hedu, hau feta (Roti); maba putih, elu, ai baku moruk (Timor). Nama simplisia: ligutrinae lignum; kayu bidara laut. Ligustrinae semen; biji bidara laut. 
Uraian : 
Tumbuhan semak, tinggi kurang lebih 2 meter. Berbatang kecil, berkayu keras, dan kuat. Bagian yang digunakan kayu dan biji. 
Khasiat untuk kesehatan : 
Digunakan untuk menyegarkan kulit muka, membangkitkan nafsu makan, rematik (nyeri persendian), sakit perut, bisul (obat luar), kurap (obat luar), radang kulit bernanah (obat luar). 
Komposisi : 
Strikhnina dan brusina. 

Gambar :

BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina Bl
Nama Lokal : 
Bidara laut, bidara pait, bidara putih, kayu ular. Dara laut, dara putih (Jawa); bidara gunong (Madura); aju mapa, bidara mapai (Bugis); ai betek, ai hedu, hau feta (Roti); maba putih, elu, ai baku moruk (Timor). Nama simplisia: ligutrinae lignum; kayu bidara laut. Ligustrinae semen; biji bidara laut. 
Uraian : 
Tumbuhan semak, tinggi kurang lebih 2 meter. Berbatang kecil, berkayu keras, dan kuat. Bagian yang digunakan kayu dan biji. 
Khasiat untuk kesehatan : 
Digunakan untuk menyegarkan kulit muka, membangkitkan nafsu makan, rematik (nyeri persendian), sakit perut, bisul (obat luar), kurap (obat luar), radang kulit bernanah (obat luar). 
Komposisi : 
Strikhnina dan brusina. 

Gambar :

Detail

ASAM JAWA

ASAM JAWA(Tamarindus indica, Linn.)
 
Nama Lokal :
Asam Jawa (Indonesia), celangi, tangkal asem (Sunda); asem (Jawa).
Uraian :
Asam Jawa merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam Jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2-5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.
Khasiat untuk kesehatan digunakan untuk :
Asma, batuk, demam, sakit panas, reumatik, sakit perut, morbili; alergi/biduren, sariawan, luka paru, luka borok, eksim, bisul, bengkak disengat lipan/lebah, gigitan ular bisa, rambut rontok.
Komposisi :
Buah polong asam Jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam sitrat, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam Jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.
ASAM JAWA(Tamarindus indica, Linn.)
 
Nama Lokal :
Asam Jawa (Indonesia), celangi, tangkal asem (Sunda); asem (Jawa).
Uraian :
Asam Jawa merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam Jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2-5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.
Khasiat untuk kesehatan digunakan untuk :
Asma, batuk, demam, sakit panas, reumatik, sakit perut, morbili; alergi/biduren, sariawan, luka paru, luka borok, eksim, bisul, bengkak disengat lipan/lebah, gigitan ular bisa, rambut rontok.
Komposisi :
Buah polong asam Jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam sitrat, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam Jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.
Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Grosir Herbal indnesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger